Mengubah Paradigma Kebijakan dalam Menghadapi Aset Kripto

Sebelumnya telah diserahkan sebagai tugas policy memo KPEI MPKP FEB-UI 1.     Pendahuluan Pemerintah, dalam hal ini Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan, menganggap salah satu ancaman terhadap Pemulihan Ekonomi Nasional adalah keberadaan transaksi asset kripto (Anggraeni, 2021). Gubernur Bank Indonesia bergerak lebih jauh lagi, menyuarakan ancamannya kepada mitra-mitra lembaga keuangan Bank Indonesia agar tidak memfasilitasi penggunaan aset-aset kripto sebagai media pembayaran (Indraini, 2021). Pertumbuhan pesat ekonomi digital Indonesia yang disebabkan perluasan digitalisasi kehidupan ...

Read More

Konten Eksklusif di Karyakarsa.com : Terorisme, Ekstrimisme, dan Diskriminasi

Serangan bom bunuh diri mengguncang Markas Kepolisian Resor Kota Medan pada 13 November 2019. Sebelumnya, Menkopolhukam Wiranto (2016-2019) menjadi korban penusukan oleh anggota kelompok teror. Kedua serangan menarget simbol keamanan. Keduanya juga menunjukkan pola serangan yang bersifat individualis, mengandalkan kesederhanaan persenjataan dan kesulitan pendeteksian, dan keyakinan deterministik dari pelaku. Untuk lebih lengkapnya, konten ini eksklusif hanya di karyakarsa.com. Dengan Rp 25.000,00 per bulan, anda mendapatkan berbagai konten eksklusif yang tidak ada ...

Read More

Miskinnya Imajinasi Politik Kita

Catatan: Tulisan ini dibuat sebagai coret-coret pasca Pileg 2009 dan sebelum Pilpres 2009, dalam kesimpulan bahwa banyak survei politik dan analisa hasil Pemilu, atau analisis kuantitatif dalam studi politik, memiliki kerentanan kesalahan dalam pengambilan kesimpulan. Problem atribusi adalah salah satu akarnya, di mana kemungkinan penyebabnya adalah kemiskinan imajinasi politik. Karena coret-coret, membaca tulisan ini memerlukan kehati-hatian. Mengamati perkembangan wacana seputar Pemilu 2009, setidak-tidaknya terdapat tiga simptom sebuah penyakit yang kini menjangkiti ...

Read More

Indonesia vs Malaysia: Sengketa Siapa Yang lebih Melayu

BERITA-berita "pertarungan" Indonesia-Malaysia kini bak tiada habisnya. Sepertinya, setiap sekian minggu akan muncul di berbagai media cetak dan elektronik Indonesia kisah-kisah keagresifan dan ketamakan Negeri Jiran tersebut. Mulai dari perlakuan RELA terhadap Warga Negara Indonesia, dipatenkannya batik oleh perusahaan Malaysia, situs blog ihateindon.blogspot.com, dan yang terkini, kolektor-kolektor Malaysia dituduh oleh Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) melakukan pencurian naskah-naskah kebudayaan Melayu di Nusantara. Seperti kita ketahui bersama, goresan awal dari konflik antara dua ...

Read More

Oktober 1965: Ramai-ramai Menggadai Kedaulatan Politik Luar Negeri

MENYEBUT Gerakan Tiga Puluh September (G-30-S), tanpa menyertakan nama Partai Komunis Indonesia (PKI), rupanya selalu membuat gatal telinga sastrawan Taufik Ismail. Atas desakkannya (dan tentunya segolongan orang semacam beliau), Departemen Pendidikan Nasional membatalkan kurikulum pengajaran sejarah tahun 2004 dan menarik buku-buku pelajaran sejarah. Taufik Ismail dikabarkan juga, telah menerbitkan sebuah buku yang isinya diperkirakan membeberkan “dosa-dosa” komunisme.Belakangan, Nurmahmudi Ismail, walikota Depok, ikut serta dalam gerakan ini. Ia memelopori pembakaran ...

Read More

The Revolution Will Not [Only] Be Televised

Scott-Heron mungkin saat itu tidak menduga bahwa Televisi kemudian menjadi sebuah wilayah perebutan politik yang penting. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, jumlah pemirsa televisi melampaui ratusan kali jumlah pembaca berita tercetak (koran, majalah, internet, dan seterusnya). Televisi bahkan jauh lebih terintegrasi dalam kegiatan sehari-hari masyarakat.

Read More

Mayor Alfredo

Nanti malam (Kamis, 24 Mei 2007), acara Kick Andy di Metro TV akan menghadirkan Mayor Alfredo. Ia adalah salah satu tokoh kunci dalam serangkaian kerusuhan yang diakhiri dengan dicopotnya Mari Alkatiri dari posisi Perdana Menteri Timor Leste. Mayor Alfredo hingga saat ini dinyatakan buron oleh Pemerintah Timor Leste. Talkshow ini mungkin bisa menjadi update atas dua tulisan saya sebelumnya (Setelah Dekolonisasi Dili dan Representasi Berbahaya).Dalam situs Kick Andy, tersebutkan dua ...

Read More

Berbicara Kembali Tentang Kesadaran Politik (Kelas)

Gerakan transformasi sosial Indonesia, mencapai percepatan tertinggi menjelang dan sesudah bulan-bulan kejatuhan Soeharto. Ratusan ribu orang terlibat aktif di dalamnya, menghasilkan ribuan organisasi massa bertuntutan politis, dan melahirkan krisis dalam sistem kapitalis Indonesia. Harapan-harapan revolusioner pun bermunculan. Semua mata gerakan revolusioner sedunia tertuju ke negeri ini. Selang dua tahun setelahnya, atmosfir politik yang tercipta menggeliatkan raksasa tidur: gerakan buruh Indonesia. Kebebasan politik yang diraih dalam penumbangan Soeharto, diikuti dengan tumbuhnya serikat-serikat ...

Read More

Berbicara Kembali Tentang Kesadaran Politik (Kelas)

Gerakan transformasi sosial Indonesia, mencapai percepatan tertinggi menjelang dan sesudah bulan-bulan kejatuhan Soeharto. Ratusan ribu orang terlibat aktif di dalamnya, menghasilkan ribuan organisasi massa bertuntutan politis, dan melahirkan krisis dalam sistem kapitalis Indonesia. Harapan-harapan revolusioner pun bermunculan. Semua mata gerakan revolusioner sedunia tertuju ke negeri ini.Selang dua tahun setelahnya, atmosfir politik yang tercipta menggeliatkan raksasa tidur: gerakan buruh Indonesia. Kebebasan politik yang diraih dalam penumbangan Soeharto, diikuti dengan tumbuhnya serikat-serikat ...

Read More

Setelah Dekolonisasi Dili

Gerombolan-gerombolan pemuda berparang berkelana di jalan-jalan kota Dili, Timor Leste. Pembunuhan, pembakaran, penjarahan terjadi di berbagai pelosok kota. Kantor-kantor pemerintahan tak luput dari gelombang kekerasan. Unit-unit militer dan polisi negara, yang mestinya mengendalikan situasi, justru malah berbaku tembak. Begitulah gambaran dalam pemberitaan-pemberitaan media sebelum hadirnya pasukan multinasional yang dipimpin Australia. Presiden Xanana Gusmao dan Perdana Menteri Mari Alkatiri seperti tak punya pilihan lain: menyerahkan mandat keamanan kepada militer asing. Hampir 600 ...

Read More

Representasi Berbahaya

Salah satu representasi yang berbahaya mengenai Timor Leste bersumber pada para komentator/kolumnis/jurnalis yang mempertanyakan kebijakkan bahasa pemerintah negara tersebut untuk menggunakan Tetum dan Portugis sebagai bahasa resmi. Representasi tersebut memojokkan sebuah pemerintahan nasionalis Alkatiri yang mencoba menahan tekanan kuat dari dua gajah tetangganya, Indonesia dan Australia. Pemberitaan di Jakarta Post dan Kompas, media yang bisa dikatakan paling moderat dalam soal berita luar negeri, melukiskan adanya communication gap antar generasi dan ...

Read More

Adili Soeharto, Evaluasi Perkembangan Historis Indonesia

Melihat perkembangan dalam berbagai kolom opini dan pernyataan tokoh-tokoh di beberapa media massa saat ini, ada kesan bahwa perbincangan yang paling mendominasi adalah di seputar dua persoalan: penegakkan hukum dan etika-moralitas. Di hadapan para pembaca, pihak yang mengamini penghentian proses hukum atas Soeharto dan yang menolaknya sama-sama mengajak ke arah pertimbangan baik-buruk, adil-tidak, bahkan sampai ke persoalan jasa dan dosa Soeharto sebagai Presiden. Tak kalah mengesankan beberapa pernyataan yang tercuat di ...

Read More

Keresahan Rakyat, Populisme, dan Fondasi (Baru) Fasisme di Indonesia

Roysepta Abimanyu* Delapan tahun sudah transisi demokratik berjalan di Indonesia. Tuntutan demi tuntutan demokratik dan kerakyatan sudah dikedepankan dan mampu meruntuhkan simbol-simbol kekuasaan otoritarian yang sebelumnya seperti tak tersentuh. Sampai tahun 2003, Soeharto menjadi tuntutan yang ditagih berbagai macam kelompok rakyat. Dwifungsi militer telah disoroti sedemikian rupa sehingga tanpa campur tangan Amerika Serikat dan Perang Global Kontra Terorisme, mustahil Angkatan Darat Indonesia dapat mengirimkan kembali Bintara Pembina Desa ke kehidupan masyarakat. Akan ...

Read More

AMBALAT: Gunboat Diplomacy, Para Sukarelawan, dan Nasionalisme

Menambah kontribusi soal Ambalat, ada baiknya membuka di tiga isu fundamental yang mencuat di berbagai media massa Indonesia. 1. Soal Gunboat diplomacy Kemarin (08/03/2005) di Sinar Harapan, seorang pakar Keamanan Maritim bernama Alman Helvas Ali menulis kolom opini tentang ketegangan laut di Ambalat "Diplomasi Angkatan Laut" (http://www.sinarharapan.co.id/berita/0503/08/opi01.html). Sang pakar berkata, tindakan yang diambil TNI-AL sudah benar, sebagai langkah yang disebut gunboat diplomacy. Sebenarnya tidak ada yang spesial di kolom opini tersebut, sebatas ...

Read More

Ekonomi Perang dan Neoliberalisme

"war is peace, ignorance is strength, freedom is slavery." Slogan Big Brother dalam 1984, karya George Orwell Sekelumit Sejarah Perang dan Ekspansi Pasar Perang Dunia I (1914-1918) meletus setelah pembunuhan Prince Ferdinand, putra mahkota Imperium Austria-Hungaria, yang berkuasa di jazirah Balkan dan Eropa Tengah. Tapi yang menjadi bahan bakar perang, yang mengorbankan jutaan nyawa, adalah perebutan koloni-koloni di Timur Jauh (daratan Cina) dan Afrika, yang telah terjadi puluhan tahun sebelumnya, dan daerah-daerah industri yang dipersengketakan ...

Read More

Everlasting woes – The economy will not recover under current policies

Indonesia, ‘The model pupil of developing countries’, as the World Bank once put it, is now looking into a deep pit. After six years of crisis, there are no signs of recovery for Indonesia. Key economic infrastructure has continued to degrade. Parts of many cities, especially outside Java, are now experiencing regular electricity blackouts, as the power capacity drops due to lack of maintenance or to just bad, uncoordinated, planning. The ...

Read More

Serangan Atas Irak, Dominasi Global AS, dan Langkah Rekolonisasi Dunia Ketiga

Dua Kepentingan Imperialis Pada saat artikel ini ditulis, dua buah proposal resolusi Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa tengah diajukan. Yang pertama adalah proposal penggunaan serangan militer untuk melucuti "senjata pemusnah massal" yang dimiliki oleh Irak. Sebuah proposal yang sebenarnya sebatas mencari legitimasi badan internasional tersebut dan dukungan dari negara-negara imperialis lainnya. Meskipun begitu, dengan ataupun tanpa resolusi Dewan Keamanan, Pemerintahan Bush dan Blair menyatakan akan tetap melakukan serangan. Sedangkan proposal kedua berasal ...

Read More

Perang, Solusi Kapitalistik; Solusi Rakyat Miskin?

* diterbitkan di Pembebasan 7, 2003, dan di Jurnal Keadilan Global 02 Tahun 1 - 2003 Perang, Menuju Kehancuran Berikutnya Kapitalisme Tidak ada istilah yang paling tepat untuk menjelaskan kecenderungan kapitalisme global saat ini kecuali penjajahan kembali (rekolonialisasi). Dengan sisa-sisa resesi yang masih berlanjut-sebagai akibat akut krisis kelebihan kapasitas produksi dan tingkat penumpukkan modal di atas kertas dan gelembung modal (financial bubble)-maka tidak ada jalan lain bagi kapitalisme global kecuali mengalihkan semua ...

Read More

How The Triumphant Americans Have Changed Our World (Again)

A regime had fallen apart weeks ago, as its armed forces ceased to exist. Fierce resistance, heavy urban fighting, as offered and promised by Saddam and his P.R minister, are proven to be a whole daydream that only had been effectively illussioning many of Indonesian military commentators (while most of them are former TNI top-brass). Triumphant American soldiers, on foot, in their jeeps, tanks and APCs, were replacing photographs and ...

Read More