Kategori: Catatan-Studi

Baca Selengkapnya

Perang sebagai Pisau Analisa Politik (Bagian 3)

(lanjutan Catatan kuliah Michel Foucault “Il faut défendre la société” 21 Januari 1976, College de France, Paris)

Perkembangan diskursus tentang ras. Perang antar ras sebagai ide pertarungan politik. Kolonisasi diskursus perang permanen antar ras, menjadi ide normalisasi sosial.

Iklan
Baca Selengkapnya

Perang sebagai Pisau Analisa Politik (Bagian 2)

(lanjutan Catatan kuliah Michel Foucault “Il faut défendre la société” 21 Januari 1976, College de France, Paris)

Poin penting pada akhir bagian sebelumnya adalah pembalikkan tesis terkenal Clausewitz, yang menjadi: “politik adalah kelanjutan dari perang dengan cara-cara lain.” Foucault berargumen sangatlah mungkin sebenarnya Clausewitz membalikkan tesis tersebut dalam memformulasikan tesis terkenalnya.

Baca Selengkapnya

Ulasan Buku Vedi Hadiz: Islamic Populism in Indonesia and the Middle East

Vedi Hadiz mencoba melihat sebuah trend politik global dari populisme yang kini menjadi tantangan pada berbagai negeri. Ia menawarkan pendekatan baru dalam mempelajari perpolitikan Islam: kecenderungan jangka panjang gerakan Islam dari kacamata sosiologi historis dan politik ekonomi, dengan pendekatan komparatif. Risetnya dilakukan di beberapa negeri berpenduduk mayoritas Muslim: Indonesia, Mesir dan Turki.

Baca Selengkapnya

Mari Tinggalkan Teori Hak/Kedaulatan

Catatan kuliah Michel Foucault “Il faut défendre la société”, 14 Januari 1976, College de France, Paris.

Kita telah tiba pada semacam persimpangan untuk meninggalkan atau melanjutkan “ekonomisme” dalam menganalisa kekuasaan. Perkembangan teknologi kekuasaan terlihat terlalu kompleks untuk dianalisa melalui kacamata “ekonomisme” yang mengandaikan kekuasaan adalah hasil dari transaksi (teori kontrak sosial) maupun sebatas alat produksi dan reproduksi relasi ekonomi kapitalisme.

Baca Selengkapnya

“Warga” sebagai artikulasi gerakan rakyat, proyeksi gerakan atau proyeksi media?

Dengan menggunakan alat awan-kata (word cloud), aksi-aksi protes yang diberitakan sepanjang Januari 2013 yang dikumpulkan oleh lembaga Praxis, kita dapat menemukan kata “warga” sebagai kata yang paling digunakan dalam pemberitaan media, selain kata “aksi”. Kata “warga” jauh lebih banyak daripada kata “masyarakat” dan “rakyat”. Kategori sektoral yang tertinggi adalah “mahasiswa”, tidak mengherankan karena demonstrasi terbanyak, meski jumlah “massa” hanyalah “puluhan”, dilakukan oleh sektor tersebut.