Kategori: Catatan-Studi

Baca Selengkapnya

Pembatasan Diri Sebagai Pandangan Etis Pemerintahan

Berakhirnya kekuasaan Presiden Soeharto pada Mei 1998 juga merupakan sebuah pertanda berakhirnya sebuah rejim, dalam makna keseluruhan dari kelembagaan, praktik-praktik, dan ide-ide yang melingkupi cara bagaimana negara dan masyarakat berjalan. Sejak saat itu, Indonesia berada dalam masa transisi yang panjang, sebuah proses pembangunan rejim baru: lembaga-lembaga pemerintahan yang baru, praktik-praktik tata kelola negara yang baru, dan tentunya ide-ide baru tentang bagaimana roda pemerintahan dijalankan.

Baca Selengkapnya

Foucault dan Geopolitik: Eksposisi Berseri tentang Kekuasaan

Notion kekuasaan yang digunakan Foucault menjadi penting untuk membongkar kerangka diskursus kenegaraan yang mendominasi pembahasan geopolitik. Konsep yang tak perlu menjadi sempurna tersebut membuka mata kita untuk memasukkan perlawanan terhadap kebijakan negara sebagai bagian yang harus dianalisa dalam studi geopolitik. Ia juga dapat membuka halaman-halaman baru dalam pencarian bentuk-bentuk perlawanan yang dapat membongkar status quo berbagai sistem yang sebenarnya rapuh tapi bertahan melalui instrumen-instrumen administrasi dan kekerasan seperti neoliberalisme.

Pengantar Diskusi Ekonomi, Politik, dan Filsafat Pelurusan Sejarah dalam Masyarakat Transisi

Latar Belakang
Dalam Nineteen Eighty-Four, George Orwell mengisahkan Winston Smith yang bekerja untuk Kementerian Urusan Kebenaran (Ministry of Truth). Tugas Smith adalah “menyesuaikan” arsip-arsip sejarah dengan garis pemerintah yang berkuasa. Ia mengganti isi kalimat dan bahkan menghilangkan orang-orang tertentu dalam foto-foto sejarah. Sebagaimana telah diketahui luas, praktek “merekayasa” sejarah inipun tidak terlepas dalam berbagai rejim penguasa dan Rejim Orde Baru adalah salah satu yang mempraktekkan hal ini.